Rabu, 16 Agustus 2017

Mendaki Gunung Tambora dan Explore Pulau Komodo


Flores Nusa Tenggara 🗾, apa yg pertama kali kamu bayangkan ketika membaca nama itu? 😄Yapp… Pulau, Pantai, Gunung, Suku budaya . Itulah Indonesia!

Kali ini saya akan berbagi sedikit cerita tentang perjalanan kami mengunjungi atau mendaki Gunung Tambora di Kab.Dompu NTB dilanjutkan dengan Sailing Komodo Island (THE NEW 7 WONDERS IN THE WORLD) yg berada di Flores,NTT. Sebenarnya travelling kami (saya dan 6 teman kerja saya) di tahun 2015 sih, cuma kebetulan ga smpt bikin blog gini karena tdk tahu cara nya, haha. Jd pst ada yg terlewat ceritanya, agak lupa 😄 Foto2 nya jg banyak yg hilang . So, This is Wonderfull Tambodo, Tambora and Komodo. Kota yg akan kita lewati yaitu :

🚌 Gresik-Surabaya

✈ Surabaya-Lombok-Bima

⛴ Bima-Labuan Bajo

✈ Labuan Bajo-Denpasar-Surabaya

🚌 Surabaya-Gresik

Sengaja itinerary 📝 kami mendaki G.Tambora stlh itu lanjut explore pulau Flores by darat-laut, tapi sayang tdk bisa lanjut ke Waerebo dan D.Kelimutu karena keterbatasan cuti 😌 , untuk sampai Kota Bima pun kami memilih jalur udara untuk mmpersingkat waktu.

DAY 1 GRESIK-BIMA

Dimulai dr Gresik-Surabaya naik mobilnya camer teman saya 😄 mas sukirman (alhamdulillah skrg sdh jd mertua beneran) perjalanan 1 jam sampai bandara juanda tapi ada miss comunication di sana. Di skip aja ya biar cepat… 😝 . Itinerary kami yaitu Mendaki G.Tambora 🗻 stelah itu melepas kelelahan di pantai2 yg ada di P.Komodo 🌅🐉 . Dari juanda transit terlebih dahulu di Lombok karena penerbangan direct langsung ke Bima tdk ada, sempat ngemper bbrp jam di lombok. Dan akhirnya pswt landing di bandara sultan Muhammad salahudin, Bima NTB agak sore. Saat berada diudara menuju bima trlihat jelas G.Tambora dg kaldera yg besar , untung kursi saya brd di sisi kiri pesawat , cekrik.. 📷 harus di abadikan 😀

G.Tambora 🗻 terlihat dr atas ✈

Mobil Avanza 🚐 jemputan yg sdh saya booking dg harga kira2 600rb sdh menunggu untuk melanjutkan prjlnn kami ke desa terakhir untuk mendaki G.Tambora. kebetulan waktu bulan april tahun 2015 ada peringatan 200 tahun meletusnya G.Tambora, tp kami kesana bulan Juli. sdh tau kan efek dr letusan nya yg katanya sampai merubah iklim dunia 😁

Gunung Tambora 🗻 merupakan gunung dengan letusan paling dasyat dalam sejarah peradaban manusia. Letusan terakhirnya pada tahun 1815 telah menghilangkan hampir separuh ketinggian dari 4.300 mdpl menjadi 2.851 mdpl dan menyisakan kaldera terluas di Indonesia. Sejak diresmikan sebagai Taman Nasional tanggal 11 April 2015 sekaligus perayaan 200 tahun letusannya, Gunung Tambora kembali hadir menyapa masyakarat, pecinta alam serta para pendaki gunung di seluruh dunia. Desa terakhir yaitu desa pancasila, ada beberapa jalur sih untuk mencapai Puncak tambora yaitu :

1-Pendakian via Desa Pancasila

2-Pendakian via Doro Peti

3-Pendakian via Doro Ncanga

Kami memilih no 1 karena lebih populer jalurnya. Saat Magrib kita sampai Kab.Dompu stlh itu lanjut ke barat terus menuju Desa Pancasila Kecamatan Pekat tapi dg driver yg berbeda, jalanan menuju Kecamatan Pekat halus mulus tapi drivernya gila2an nyopirnya men 😱 gas pool rem pooll 🎢(kami menjulukinya Dom Torretto) . Tp dia sudah hafal medannya sih jd lancar2 aja meskipun melaju dg kecepatan tinggi, sempat mampir di sebuah Markas Kodim di Kec.Pekat untuk minta izin kpd Sang Kapten disana karena kalau trjd apa2 saat mendaki , para prajurit TNI lah yg melakukan evakuasi (jgn lupa beri rokok 2 bungkus ya) 😁

Hawa dingin mulai terasa, kira2 jam 21.00 WITA akhirnya kami masuk area TNGT atao Taman Nasional Gunung Tambora dan sampai di basecampe G.Tambora , tepatnya di lapangan Desa Pancasila tentunya saya sdh janjian sama Pak saiful. Pak saiful adalah juru kunci pos pendaftaran pendakian G.Tambora via Pancasila , bahkan rumahnya 🏡 dijadikan basecamp tampat menginap para pendaki g.tambora. kira2 ada 6 cottage (kamar ) 🏨 di depan rumahnya, kami menyewa 2 kamar dg harga 100rb/kmr, beliau jg jual alat2 mendaki termasuk kebutuhan logistik, stlh registrasi nama dan alamat,serta mmbayar pendaftaran 15rb/org kami pun istirahat. 😴